Wanita kurir (part 2)

Besok tanggal 24 februari, bulan ke dua saya menjalani rutinitas sebagai seorang karyawan, buruh, Leader Tim, atau singkat saja sebut wanita kurir.
Lalu kenapa? Apa dengan adanya tanggal tersebut yang berarti tepatnya saya akan gajian, lalu besok, setelah menggenggam uang jauh lebih banyak dari hari biasanya maka saya akan merokok 10 batang sekali isap? Atau kamu fikir saya akan langsung mengunjungi tempat makan ternama, memesan banyak menu yang selama ini cuma bisa kutatap, memesan bir dan mengundang teman untuk bermaksiat? Atau mungkin saya akan ke hotel dan menikmati sehari rasanya menjadi Ratu, yang makan minum serba dilayani? Hahaha
Saya terbiasa miskin, biar saja saya begini. Saya dulu sekali, mencintai pekerjaan yang seperti ini dan bersuka cita seberapa kecil pun upah yang saya terima, tapi sekarang rasanya sudah berbeda, pekerjaan yang menyenangkan ini entahlah rasanya menjadi hambar, pekerjaan yang dulunya kulakukan karena suka kini menjadi paksa, keharusan, pemaksaan, penekanan. Rgghhhhhh..
Iyalah, memang begitu adanya, mana ada robot yang mengerti sensasi? Robot kan bekerja saja.
Saya robot, saya monster, di bawah pengaruh iblis bernama Ambisi.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama