Menulis

menulis, saya berbicara sebagai seorang Lea, yang hanya perempuan biasa. Salah satu alternatif menangis yang indah adalah dengan menulis. Bukan berarti air mata telah habis, ah tidak semelow itulah, hanya salah satu cara saja, bagaimana pengalihan perasaan yang lebih solutif kukira.

saya menulis apa saja yang membuat saya berfikir, bertanya, bersedih, bahagia, saat saya ingin bernyanyi dengan suara parau, mungkin saya lebih baik menulis, saat saya ingin berteriak tapi takut tetangga sebelah terganggu, kadang saya menulis dengan huruf super balok di kertas, atau mengetik menggunakan caps lock (karena tidak ada opsi double/triple caps lock di keyboard) di setiap barisan kataku, itupun akan ku zoom semampuku, saat saya bingung dengan suatu keadaan, saya akan memberikan solusi imajinatif yang kadang tidak masuk akal, yah dengan cara menulis tentunya, apa saja, semua bisa saya lakukan, apalagi saat kesepian, atau mendapati suatu hubungan seperti kisah cinta yang tidak masuk di akal, saya paling suka menulis, dengan menulis saya akan menciptakan tokoh-tokoh dalam cerita saya sendiri yang bisa mewujudkan seperti kisah cinta apa yang saya inginkan, sosok pria apa yang saya harapkan, atau apa saja kisah yang akan membuat saya senang, cerita cinta, cerita pernikahan, cerita pemerkosaan, cerita pencabulan yang penting menulis (tapi dua jenis tulisan terakhir belum pernah saya lakukan, mungkin nanti, saya kan cumna menulis). Atau bahkan saat saya diam, saya menulis DIAM, itu saja.

ada yang pernah mengatakan kesulitannya terhadap menulis, tidak tahu harus mengawali dari kata apa, karena bahasa kita tidak ada The, A atau An untuk mengawali kalimat. Tapi kan bahasa kita punya Si, Di, Ke dan semacamnya. Lebih mudahnya lagi menulis bukan tentang apa dan bagaimana, menulis adalah membuat huruf berantai. saya kadang menulis akfnlskjhbfvjshbfjshdbfskjhdbcfsdjhb semacam itu untuk sesuatu yang saya rasakan tapi tidak bisa saya ungkapkan, yah setidaknya saya menulis. Kalaupun orang membaca, memang akan ada banyak pemikiran, orang ini gila, orang ini lagi galau, orang ini lagi bingung, orang ini lagi pusing atau hati-hati orang ini mungkin makan orang. Tapi menurutku, ada saatnya saya menulis karena saya mau menulis, mau berbicara diam-diam, mau mengumpat sembunyi-sembunyi, mau bergosip, mau apa saja tanpa harus peduli orang membaca, mengerti atau tidak, bukan begitu???

beruntunglah kita yang masih mengerti bahasa dan bisa menulis, bagaimana dengan orang yang membaca tapi tidak bisa menulis, tidak punya tangan, tidak punya alternatif, atau sama sekali tidak mengerti apa itu tulisan?


saya Lea, baru saja menulis.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama