satu mahluk diciptakan Tuhan bernama perempuan. Yang dari anggota tubuhnya bisa memproduksi manusia lain, seperti pabrik, dengan kombinasi bagian tubuh lelaki dan campur tangan Tuhan. Pabrik itu yah memang memiliki aturan yang sistematis sehingga bisa membuahkan hasil, tapi pabriknya perempuan itu berbeda, ini pabrik Ghaib, proyek Tuhan yang dititipkan pada bagian tubuh perempuan, hanya perempuan loh.
banyak yang menyalah gunakan, pabriknya dan perempuannya. Saya tidak akan bahasakan terlalu banyak tentang pabrik, urusan Tuhan siapa yang tahu, tapi perempuannya (saya juga perempuan) sedikit atau banyak adalah yang saya tahu, atau sekedar sok tahu.
saya pernah sok tahu mengatakan perempuan adalah per-empu-an, atau persandaran. Mungkin bagus apabila pabrik ini dijadikan tolok ukur sebuah kesejahteraan, sebagai tempat persandaran, solusi yang kadang tidak solutif tapi keberadaanya membawa pengaruh, membuat kenyamanan, ketenangan, sesuatu yang indah atau aura apalah namanya yang bisa disalurkan. Dengan bahasa seperti ini mungkin memang bisa dinilai wauw, perempuan sebagai tempat bersandar adalah sesuatu yang baik.
sebagai seorang Lea yang juga perempuan, saya punya banyak keinginan sebagai pengemban amanah yang suci itu, betapa tidak, bukannya itu mulia jika bisa menjadi penenang dari sesuatu, menjadi pengobat, pemberi kenyamanan, pesona yang menenangkan tapi tanpa resiko kehilangan hak kemanusiaan saya sendiri.
bisakah seseorang memandang saya cukup dengan pandangan saja, bisakah saya membuat kalian tenang dengan media visual saja, dengan saya berada disisi seseorang, duduk bersamanya membuatnya tenang tanpa melakukan hal lain,
atau saya berbicara dengan seseorang yang nyaman berbicara dengan saya, dan mungkin beberapa nasihat atau apa saja yang saya sampaikan dan orang-orang bisa mengerti tapi cukup dengan ketenangan itu saja, kita berbicara saja tanpa melakukan hal lain,
saat saya bernyanyi, cukuplah saya berdendang dan kalian merasa tenang, tanpa harus melakukan yang lain, saat saya menari, cukuplah saya bergerak dengan indah dan membuat kalian terhibur tanpa harus melakukan yang lain.
semoga dengan menulis, orang bisa cukup membaca dan paham apa yang tuliskan, tanpa kita harus mekakukan hal lain,
saya Lea, saya perempuan, pabrik Tuhan yang juga ingin dijaga (karena menjaga titipan Tuhan itu ibadah dapat pahala), saya tidak mau kelainan atau memiliki yang lain-lain.
banyak yang menyalah gunakan, pabriknya dan perempuannya. Saya tidak akan bahasakan terlalu banyak tentang pabrik, urusan Tuhan siapa yang tahu, tapi perempuannya (saya juga perempuan) sedikit atau banyak adalah yang saya tahu, atau sekedar sok tahu.
saya pernah sok tahu mengatakan perempuan adalah per-empu-an, atau persandaran. Mungkin bagus apabila pabrik ini dijadikan tolok ukur sebuah kesejahteraan, sebagai tempat persandaran, solusi yang kadang tidak solutif tapi keberadaanya membawa pengaruh, membuat kenyamanan, ketenangan, sesuatu yang indah atau aura apalah namanya yang bisa disalurkan. Dengan bahasa seperti ini mungkin memang bisa dinilai wauw, perempuan sebagai tempat bersandar adalah sesuatu yang baik.
sebagai seorang Lea yang juga perempuan, saya punya banyak keinginan sebagai pengemban amanah yang suci itu, betapa tidak, bukannya itu mulia jika bisa menjadi penenang dari sesuatu, menjadi pengobat, pemberi kenyamanan, pesona yang menenangkan tapi tanpa resiko kehilangan hak kemanusiaan saya sendiri.
bisakah seseorang memandang saya cukup dengan pandangan saja, bisakah saya membuat kalian tenang dengan media visual saja, dengan saya berada disisi seseorang, duduk bersamanya membuatnya tenang tanpa melakukan hal lain,
atau saya berbicara dengan seseorang yang nyaman berbicara dengan saya, dan mungkin beberapa nasihat atau apa saja yang saya sampaikan dan orang-orang bisa mengerti tapi cukup dengan ketenangan itu saja, kita berbicara saja tanpa melakukan hal lain,
saat saya bernyanyi, cukuplah saya berdendang dan kalian merasa tenang, tanpa harus melakukan yang lain, saat saya menari, cukuplah saya bergerak dengan indah dan membuat kalian terhibur tanpa harus melakukan yang lain.
semoga dengan menulis, orang bisa cukup membaca dan paham apa yang tuliskan, tanpa kita harus mekakukan hal lain,
saya Lea, saya perempuan, pabrik Tuhan yang juga ingin dijaga (karena menjaga titipan Tuhan itu ibadah dapat pahala), saya tidak mau kelainan atau memiliki yang lain-lain.