Saya perempuan, dan manusia juga.

Saya tidak pernah meminta untuk dilahirkan seperti ini. Atau entahlah, mungkin lebih tepatnya saya tidak pernah tahu kenapa harus menjalani hidup dengan cara seperti ini.
Kuharap jalanku sama saja dengan manusia lain, tapi semakin kulihat, semakin kutau, sepertinya saya beda. Ahh kenapa harus beda, kenapa harus saya yang mengalaminya dan kenapa mereka bisa sama, apa iya mereka benar benar tampak sama? Atau saya yang terlalu naif memandang atau mungkin memang saya beda. Entahlah.
Sulit, berat, tapi ketika kujalani sisi lain yang kupikir sama dengan yang lainnya tetap saja, saya merasa malah lebih buruk melempar sebuah boomerang.
Saya mau lembut tapi saya tidak terima kesewenangan. Saya mau sabar tapi saya tidak terima ketidakadilan. Saya mau tenang, damai, tapi saya tidak terima  kerakusan.
Terlebih saya seorang perempuan, sepatutnya saya lembut, berkasih, sabar, paham, tenang, diam, penurut, dan semua yang bisa dicap baik oleh orang orang. Karena saya pun sadar, perlawanan sekedar membuang tenaga dan waktu, karena saya perempuan, saya bisa apa? Dilempari nafsu sedikit juga keok, apalagi kalau sudah pakai fisik, saya melawan otot bisa mati saya. Bukan begitu?
Lebih buruknya ketika saya mau melakukan banyak hal tapi saya tidak bisa bahkan untuk menggerakkan diri sendiri.
Saya Lea, manusia juga.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama