Saya mencintaimu wahai minggu. Janganlah pergi secepat ini. Akhh bagaimana bisa, matahari terlalu besar untuk ditarik kembali dan menahan bulan yang menguasai malam. Matahari pergi, dan kembali membawa sang Senin.
Minggu, jangan pergi. Saya masih membutuhkanmu. Saya masih ingin menikmati setiap detikmu. Minggu, jangan pergi, tinggallah lebih lama lagi.
Senin, akan datang dengan segala cerita dan beritanya, kelanjutan dari minggu minggu sebelumnya. Senin tak pernah berubah, dia akan membawa cerita yang sama, menuntun sampai ke sabtu berikutnya. Hingga sabtu menjemput mingguku lagi.
Senin, kamu mengerikan. Sangat menakutkan. Entah kenapa, saya selalu merinding menjemput hadirmu. Tapi kau selalu datang dan berlalu dengan begitu lama.
Sedang minggu yang kuinginkan, pergi, berlalu, cepat, dan itu pasti.
Yah senin, ahh minggu, apa kalian tercipta untukku dengan cerita berbanding seperti itu?
Saya Lea, takut.