Saya masih tidak tahu bagaimana itu cinta. Saya masih ragu, apa iya saya mengenal cinta. Tidak, saya malah mendengar itu sangat mengerikan.
Sepanjang yang saya tahu, saya tidak ingin menjadikan hal yang saya senangi demikian menjadi benci. Saya menyukai sesuatu, yang sudah seperti hobby, saya melakukannya terus menerus dan itu memberi sesuatu yang baik buat saya, dan saya takut hal itu menjadi boomerang yang menyakitkan. Hal yang saya sukai, menyerang saya seolah saya adalah musuh dari apa yang selama ini saya sukai.
Jika dalam sebuah posisi, saya menyenangi apa yang saya kerjakan, saya melakukannya dan sangat bersemangat, tapi tiba-tiba hal itu berubah, seperti monster yang mengerikan, menjadikan saya mesin yang terus bergerak dan duniaku hanya terbatas padanya, mendorongku, lalu memelukku, membuatku bahagia, kemudian menendang, menyakitiku, sangat mengerikan. Saya takut, saya ketakutan, saya ingin merapat di satu sudut.
Dia berubah seperti monster, menyuruhku melakukan yang ia inginkan, hanya untuk dia, hal yang dulu selalu kulakukan memang untuknya, tapi dulu saya melakukan karena suka, bukan keharusan. Dia memaksakan, dia menekanku, dia memeras waktu dan tenagaku, dia membentak, dia memaki, dia menghina, dia jahat, dia kejam, tapi saya tidak mau dia mati, saya tidak mau ada kematian, saya hanya takut, dia membuatku takut, dia kejam.
Tidak ada yang memelukku, semua bahagia, semua punya alasan untuk bahagia, saya tidak punya yang mereka punyai. Saya takut, setiap detik saya takut, saya takut bahagia karena bahagia itu juga akan pergi, kalau saya bahagia terlalu lama saya akan merasakan kehilangan yang sangat dalam, atau dia akan menyakitiku dengan kejam. Semua hal yang kusukai, menyakitiku.
Saya takut.